Sunday, September 23, 2012

Litotes

Selamat datang di gubuk reot
di dalam hati yang mulai peot.
Selamat menikmati cemilan seadanya
di dalam hati yang tak sempurna.

Sempurna?
Ah! itu kepunyaan Tuhan.
Jangan bedusta,
lalu kau larut dalam kesedihan.
dan berharap pemulihan.

Maaf, kepalaku sudah penuh
berbagai kesah dan keluh
sakitnya menyeluruh
walaupun aku mencoba teguh.

Sana,
bermainlah...
sampai nanti kau lelah
sampai hatimu gundah
dan akhirnya kau menyerah.

Lalu aku akan memapah
membawamu ke rumah
gubuk reot yang sudah goyah
gubuk hati yang menengadah.

di sana masih akan ada kudapan
sebentuk kacang perhatian
setetes hangat perilaku kasih
dan seoles lembut cinta putih

dari jendelanya matahari terbit
serta kicau burung saling berhimpit
di ujung teras matahari terbenam
hingga cahaya akhirnya padam.

Selamat datang di gubuk kayu
di dalam hati yang adanya kamu.
Selamat menikmati hidangan kampung
di dalam hati yang tak kunjung rampung.

No comments:

Post a Comment

saran dan kritik dipersilahkan . . . . .