Thursday, September 26, 2013


~ That I should've bought you flowers
And held your hand
Should've gave you all my hours
When I had the chance
... ~


Happy Birthday, Mom.
Sorry i can't make you proud yet...

Sunday, June 2, 2013

Batu dari Arab

Beberapa minggu lalu, Paman saya pulang dari menjalankan ibadah Umroh.
Seperti biasanya orang yang pulang dari Mekkah, pasti ada sesi bagi oleh-oleh.

Sayangnya, Saya tidak hadir dalam sesi pembagian cindera mata itu. Jadi pulang-pulang ke rumah udah ada aja itu Kurma, Kacang, Air Dzam-Dzam, dan sekantong plastik benda mirip batu.

Nenek saya (yang ikut sesi bagi oleh2) pun tak bisa menjelaskan apa yang ada di kantong itu. Bentuknya mirip batu untuk akuarium.

Keras, warna-warni, sedikit bermotif, dan keras...
Cukup aneh memang. Jauh-jauh ke Arab, ngasih oleh-oleh batu akuarium.

Anehnya, kami (saya dan nenek saya) ngga ada yang berniat ngebuang, atau menabur batu itu di tanah. Teteup aja di atas meja makan.

Sekitar 3 minggu lebih batu itu diem di atas meja makan. Bahkan masih di dalem plastiknya...

Sampai pada suatu hari, datang saudara kami dari Singkawang yang nginap di rumah.
*nginep semalem doang*
*ngga macem-macem kok*
*beda kamar kok*
*mandinya ngga barengan kok*
OKE FOKUS!

Dia nanya,
"ini apa nih?" sambil nunjuk batu di atas meja makan.

Saya jawab,
"Batu, oleh-oleh Oom Wahyu dari Mekkah.."

Dengan sigap, saudara saya ini membuka plastik batu itu.
Dipencetnya batu itu.
Batunya kesakitan, tapi merintih keenakan.
Batunya dipencet lagi.
Pencetan kali ini agak keras dan membuat batu itu klimaks, dan...
"CROOTTT!!~"
Keluar sesuatu dari batu itu...

Dengan sigap, dia memasukkan batu itu ke dalam mulutnya, sembari berkata.
"Ini sih bukan batu.. ini COKLAT~!"
dia ngomong sambil mengemut lembut batu yang sekarang berubah jadi coklat itu...

Saya merasa malu sama diri saya sendiri...
Saya dibohongi sama batu...
Coklatnya bisa berkamuflase dengan baik menjadi batu... :|

Ternyata, batu yang tadinya tiada guna itu berubah menjadi kudapan yang sangat lezat~

Akhirnya, dia tertawa, saya tertawa, coklatnya ketawa.
Tapi si coklat ketawanya lebay, akhirnya kami makan aja. Biar dia diem...
kami berdua pun makan coklat "batu" itu sampai belepotan..

*) Karna coklatnya udah abis, jadi ga sempet difoto. Berikut rupa dari coklat batu itu dari google dengan keyword "stone chocolate candy"
image

Pesan moral:
1) Bertanya lah kepada orang yang berkompeten
2) Jangan malu untuk bereksperimen
3) Kalau ada pembagian oleh-oleh tuh datang!
4) Don't judge the food by it's texture
5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Sunday, May 19, 2013

Antara Realistis dan Materialistis

 pic source: click here to get full res.

Setiap laki-laki di dunia ini pasti mau dan berkeinginan untuk punya pacar seperti salah satu gadis yang ada di gambar di atas itu.

Siapa yang tidak kepengen punya pacar yang cantik, seksi, tinggi, langisng, rambut panjang, pinter nyanyi.
Uwuwuwu banget daahh...

Kalau ada laki-laki yang tidak mau menjadi pacar salah satu diantara 9 gadis itu, meskipun sang gadis itu bersedia tanpa syarat apapun, tanpa DP, dan bunga cicilan 0%, maka laki-laki itu sangat perlu diragukan 'kelelakiannya'

Tapi, ketika dilihat lebih detail lagi, kita bakal sadar bahwa mereka dapat tampil semenarik itu juga karena hal-hal lain selain karena anugerah Tuhan yang menciptakan mereka cantik.
Mereka juga harus merawat kulit mereka dengan perawatan spa berjam-jam.
Mencuci rambut mereka dengan shampoo impor dari ekstrak bunga langka yang hanya tumbuh 10 tahun sekali.
Mereka dapat tampil menarik karena baju yang mereka kenakan merupakan baju berbahan jaring laba-laba dari hutan amazon, celananya dari kulit ari-ari Kangguru, dan banyak hal-hal lain yang membuat mereka "Enak dilihat" dan "Eksklusif".

Ketika kamu menjadi pacar dari salah satu gadis di atas, kamu harus bisa bayar tagihan saat doi minta ditraktir ke salon untuk perawatan kulitnya yang kena biang keringat.
Kamu juga harus mampu membelikan doi peralatan make-up untuk tetap mempertahankan dan membuat doi lebih cantik lagi.
Kamu harus mampu membelikan sepatu limited edition yang hanya ada 4 di dunia, atau jam tangan special yang berhias batu kecubung dari Uganda sebagai kado ulang tahun untuknya...

Sekilas, perempuan-perempuan ini akan terlihat materialistis. Karena mereka harus membeli barang-barang mewah, menggunakan jasa-jasa yang sangat mahal, yang semuanya untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Tapi, menurut saya, mereka itu tidak matre. Mereka itu Realistis.
Hal itu wajar untuk mereka, karena pekerjaan mereka sebagai artis, penyanyi, public figure, menuntut mereka untuk tampil sempurna.

Sementara, menurut saya, mereka yang dapat disebut Materialistis adalah mereka yang tidak punya kewajiban untuk menjadi seorang artis, tapi malah meniru-niru gaya artis, atau pengen dianggap artis.

Mereka (cewek) yang materialistis biasanya mempunyai kehidupan yang biasa saja, tetapi dalam hatinya pengen meniru kehidupan dari cewek lain yang bergelimang harta dan kemampuan untuk membeli yang tinggi..
Yaa istilahnya :
"Cewek desa kepengen bisa kayak SNSD"
gitulaaah.

Bedanya, mereka yang realistis melakukan semua hal itu karena WAJIB, sedangkan yang materialistis melakukan hal itu hanya karena KEPENGEN.

Tidak salah memang. Itu hak mereka untuk merawat diri, mempercantik diri. Tapi, ketika hal itu sudah diluar batas kewajaran, tidak sesuai dengan keadaan, dan malah merugikan orang lain, maka sifat materialistis itu bisa sangat buruk.

Alangkah baiknya, hidup itu yang sewajarnya saja. Sederhana saja. Apa adanya.
Yang ada gunakan dengan sebaiknya, yang ga ada jangan dipaksakan ada.

Seperti kata si Ryan D'Massive:
Syukuri apa yaaang adaaaa,
Hidupp adalaah anugraaah~
Tetap jalaniiii hidup iniiiii,
Melakukan yang terbaiiiikkk~

Ingatlah bahwa Tuhan selalu memberi yang terbaik untuk ummatnya.

Semoga kita selalu termasuk dalam golongan orang-orang yang bersyukur.

:)

Sunday, April 21, 2013

Tuhan Maha Lucu

Saya rasa, salah satu selera humor Tuhan ditunjukkan melalui adanya berbagai macam simpul silaturahim. Terserah kepada kita, mau diuraikan dengan cara apa. Ada simpul yang terlihat mudah tapi sulit untuk diuraikan, ada yang terlihat rumit tapi ternyata hanya butuh sedikit lebih banyak pemahaman. Demikianlah caranya untuk menjawab bagaimana bisa yang pernah dekat kemudian menjadi asing, atau yang terlihat asing namun bisa memahami.
reblogged from : ayuprissa

Friday, April 19, 2013

Suatu Lamunan Di Atas Motor....

Pontianak, 18 April 2013. / 23:18 /


Dalam perjalanan pulang saya melamun
Di atas motor saya sedikit berhayal
Bagaimana hidup saya nanti?


Mungkin, sekarang saya pulang dengan memikirkan tugas akhir kuliah saya.
Nanti, suatu saat, saya pulang dengan memikirkan pekerjaan kantor.
Pekerjaan dari kantor sederhana namun bergaji lumayan;
Kantor dengan gaji yang cukup untuk uang bulanan dan tabungan;
Rekan kerja yang asik;
Kantor yang komputernya canggih;
Internetnya kenceng;


Mungkin, sekarang saya pulang malam-malam, kedinginan, naik motor.
Nanti, suatu saat, saya pulang naik mobil.
Mobil city car sederhana;
berwarna hitam;
second tapi masih mulus;
dibeli dari hasil uang tabungan.
Ada gantungan tasbih di spion depannya.


Mungkin, sekarang saya pulang ke rumah Nenek saya.
Nanti, suatu saat, saya pulang ke rumah saya sendiri.
Rumah minimalis di pinggiran kota;
lingkungan yang nyaman;
dicicil dengan gaji bulanan;
Ada halaman untuk tanaman hias;
Di ruang tamu ada pernak-pernik yang dibeli pas liburan ke Paris, tahun lalu;
Rumahnya warna tosca.


Mungkin, sekarang saya pulang dan buka pintu sendiri.
Nanti, suatu saat, saya pulang dan dibukakan pintu oleh istri saya.
Istri yang soleha juga cantik;
pake daster warna ungu;
cium tangan saya, lalu cerewet nanyain "abis dari mana?";
Hobi nonton sinetron;
masakannya lebih enak dari masakan Farah Quinn;
Pinter ngatur uang bulanan;
Partner, Penasehat, Sumber Inspirasi, sekaligus Motivator pribadi saya;


Mungkin, sekarang saya pulang dan kemudian berinteraksi di dunia maya.
Nanti, suatu saat, saya pulang dan lalu melepas penat dengan anak-anak saya.
Anak-anak yang soleh, cerdas, dan menggemaskan;
Anak yang perempuan sudah tidur;
Dia baru bisa menghitung "1" sampai "20";
Itupun ngitungnya abis "13" langsung "16";
Cerewetnya seperti ibunya;

Anak yang laki-laki lagi nemenin Ibunya;
Sambil belajar dan ngerjain PR;
Namanya "Ibrahim Nugraha";
Dia cerita tentang temennya yang baru disunat pas liburan kemaren;
Daya khayalnya tinggi;


Entahlah..
Ini hanya lamunan random saya di suatu malam.
Mungkin, sekarang kamu tertawa membaca tulisan ini.
Nanti, suatu saat, saya akan membuka kembali tulisan ini, dan juga tertawa.
Karena semuanya lamunan saya menjadi kenyataan;
atau lamunan saya hanya akan tetap menjadi lamunan;


insha'Allah...
Tuhan Punya Kuasa di atas segala-galanya.
Manusia hanya bisa berencana dan berikhtiar, Allah yang menentukan semuanya.
insha'Allah...
insha'Allah...
insha'Allah...